KesehatanLifestyle

Jahe dan Migrain: Tujuh Manfaat Alami yang Didukung Penelitian Ilmiah

×

Jahe dan Migrain: Tujuh Manfaat Alami yang Didukung Penelitian Ilmiah

Sebarkan artikel ini
jahe
Jahe sembuhkan migrain (Pixabay/Ajale)

Manfaat lain yang tercatat adalah penurunan sensitivitas terhadap cahaya. Dalam beberapa kasus, penambahan ekstrak jahe ke terapi konvensional membantu mengurangi gejala fotofobia dalam waktu singkat.

Menariknya, satu penelitian membandingkan efektivitas bubuk jahe dengan sumatriptan, obat migrain yang umum digunakan.

Hasilnya menunjukkan bahwa jahe hampir setara dalam meredakan nyeri, dengan efek samping yang lebih minimal.

Jahe juga berperan dalam membantu mengelola stres dan kecemasan, dua faktor pemicu migrain yang umum. Kandungan antioksidannya diketahui dapat membantu menenangkan sistem saraf.

Beberapa studi awal bahkan mengindikasikan bahwa konsumsi jahe secara rutin, sebagai bagian dari perawatan pencegahan, berpotensi menurunkan frekuensi serangan migrain, meskipun penelitian lanjutan masih diperlukan.

Dari sisi keamanan, jahe tersedia dalam berbagai bentuk seperti segar, bubuk, kapsul, dan teh. Konsumsi hingga 3–4 gram per hari umumnya dianggap aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *