PET sendiri merupakan jenis plastik yang sangat luas penggunaannya. Sejak pertama kali dikembangkan pada awal 1940-an, material ini menjadi komponen utama kemasan makanan, botol minuman, peralatan medis, hingga serat tekstil poliester.
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari Polandia dan Spanyol dengan pendekatan laboratorium menggunakan model hewan babi. Hewan ini dipilih karena fungsi pankreas dan sistem metabolisme mereka dinilai sangat mirip dengan manusia.
Dalam eksperimen tersebut, pankreas babi dipaparkan pada berbagai konsentrasi mikroplastik PET.
Selama empat minggu, hewan uji menerima paparan dosis rendah sekitar 0,1 gram per hari dan dosis tinggi hingga 1 gram per hari.
Hasilnya menunjukkan adanya kematian sel yang signifikan, gangguan fungsi metabolik, serta perubahan struktur jaringan pankreas.
Para peneliti juga menemukan adanya akumulasi tetesan lemak yang tidak normal di dalam pankreas. Kondisi ini diketahui berkaitan erat dengan gangguan produksi insulin dan metabolisme glukosa, yang menjadi faktor utama diabetes dan obesitas.


