Penelitian lintas negara Spanyol dan China
Salah satu studi dipimpin oleh Institut Biologi Evolusioner di bawah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Hayati Barcelona, Spanyol. Penelitian ini mengkaji kondisi fisiologis dan genetik Maria Branyas, perempuan berusia 117 tahun.
Hasil analisis darahnya menunjukkan sistem kekebalan tubuh yang sangat prima, termasuk kadar kolesterol LDL atau kolesterol “jahat” yang sangat rendah, sebagaimana dilaporkan Science Alert.
Para ilmuwan mencatat bahwa sel-sel dalam tubuh Branyas berfungsi layaknya sel orang yang jauh lebih muda. Ketika meneliti telomer—bagian pelindung di ujung kromosom—mereka menemukan mekanisme yang berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker.
Branyas juga diketahui menjalani pola makan Mediterania dengan konsumsi yogurt yang tinggi. Para peneliti menduga pola makan tersebut berkontribusi menjaga keseimbangan mikrobioma ususnya, yang berperan besar dalam mempertahankan kondisi tubuh tetap “awet muda”.
Temuan serupa dari China
Studi lain dari China yang diterbitkan pada Juli 2025 meneliti data darah 65 orang berusia 100 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok lansia ekstrem ini memiliki kadar asam lemak, alkohol lemak, dan berbagai metabolit penting yang lebih rendah dibandingkan kelompok usia yang lebih muda.
Peneliti menyebut perbedaan ini berpotensi menjadi indikator untuk memprediksi peluang umur panjang di masa depan. Temuan tersebut kembali dilaporkan oleh Science Alert.


