Pada kondisi Alzheimer, kadar asetilkolin menurun drastis, memperparah penurunan kognitif.
Di sinilah senyawa beta sitosterol untuk Alzheimer dari lidah buaya diuji potensinya menghambat kerja enzim tersebut.
Metode in silico atau simulasi komputer dipilih agar peneliti bisa memprediksi perilaku molekul sebelum uji laboratorium.
“Hasil kami menunjukkan senyawa beta sitosterol untuk Alzheimer memiliki afinitas dan stabilitas pengikatan tinggi,” ungkap Meriem Khedraoui, penulis utama.
Temuan ini memperkuat posisi lidah buaya sebagai kandidat terapi Alzheimer yang layak dieksplorasi lebih lanjut.
Tim menggunakan teknik molecular docking dan simulasi dinamika molekuler untuk memetakan bagaimana senyawa lidah buaya menempel pada enzim AChE dan BChE.
Hasilnya? Senyawa beta sitosterol untuk Alzheimer unggul dengan nilai afinitas −8,6 kkal/mol (AChE) dan −8,7 kkal/mol (BChE), lebih kuat dibanding senyawa lain seperti asam suksinat.


