Di dalamnya terdapat kalium (9 persen kebutuhan harian), vitamin B6 (33 persen), vitamin C (11 persen), magnesium (8 persen), tembaga (10 persen), mangan (14 persen), serta 4 gram serat.
Yang tak kalah penting, pisang kaya senyawa fitokimia seperti antioksidan, dopamin, dan katekin.
Secara umum, semua jenis pisang kaya serat—karbohidrat yang tak dapat dicerna di saluran pencernaan bagian atas. Asupan serat tinggi terbukti memberi banyak manfaat seperti memperlambat rasa lapar, mengurangi penyerapan kolesterol, lemak, serta gula, dan memperlancar pembuangan limbah tubuh.
Pisang hijau mengandung “pati resisten” dan pektin dalam kadar lebih tinggi. Pati resisten bekerja layaknya serat tak tercerna. Semakin hijau pisangnya, makin besar kandungan pati resisten.
Mengonsumsi pati resisten dapat meningkatkan kesehatan usus besar, memberi rasa kenyang lebih lama, mengurangi resistensi insulin, dan menurunkan gula darah setelah makan. Senyawa ini juga menjadi prebiotik, makanan bagi bakteri baik usus.
Saat difermentasi, bakteri menghasilkan butirat—asam lemak rantai pendek yang mendukung kesehatan pencernaan dan bisa menurunkan risiko kanker usus besar.



