Inilah alasan mengapa wortel kerap dianggap sebagai makanan “ramah mata”. Selain wortel, beta-karoten juga dapat ditemukan pada ubi jalar, paprika, blewah, serta sayuran berdaun hijau gelap. Zat ini juga kerap digunakan sebagai bahan dalam suplemen vitamin A.
Menurut Kaiser, orang dengan pola makan seimbang umumnya sudah memenuhi kebutuhan vitamin A tanpa harus mengonsumsi suplemen. Tubuh memiliki kemampuan menyimpan vitamin A di hati, mata, dan organ lain, sekaligus mendaur ulangnya dalam proses visual.
Namun, defisiensi vitamin A bisa terjadi pada individu dengan malnutrisi kronis, gangguan pencernaan yang menghambat penyerapan lemak, atau pola makan yang minim sumber vitamin A.
Sebaliknya, konsumsi vitamin A secara berlebihan—terutama bentuk siap pakai dari suplemen atau makanan seperti hati—justru berbahaya. Asupan berlebih dapat memicu kerusakan hati dan meningkatkan risiko gangguan perkembangan janin bila dikonsumsi berlebihan saat kehamilan.
Karena itu, penggunaan suplemen vitamin A sebaiknya selalu berada di bawah pengawasan medis, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui.***

