Para peserta dibagi menjadi empat kategori berdasarkan konsumsi kopi harian: tidak minum kopi, 1–2 cangkir, 3–4 cangkir, dan 5 cangkir atau lebih. Faktor kebiasaan merokok juga ikut ditelusuri.
Temuan Mengejutkan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang meminum 3–4 cangkir kopi per hari memiliki telomer lebih panjang—setara dengan usia biologis yang tampak 5 tahun lebih muda dibanding kelompok yang tidak minum kopi. Namun, konsumsi mencapai 5 cangkir atau lebih tidak memberikan efek serupa.
Para ahli menjelaskan bahwa efek perlambatan penuaan ini berasal dari kandungan antioksidan dan anti-inflamasi dalam kopi. Telomer sangat rentan terhadap stres oksidatif dan peradangan, dua faktor yang memicu penuaan, sementara kopi mampu memberi perlindungan terhadap kondisi tersebut.
Meski demikian, peneliti memperingatkan bahwa konsumsi berlebihan—lebih dari sekitar 3 cangkir per hari—justru bisa memicu kerusakan sel dan mempercepat pemendekan telomer.
Mereka menyarankan batas maksimum asupan kafein sekitar 400 mg per hari, setara dengan kurang lebih 4 cangkir kopi.***

