Namun, para ahli menilai senyawa ini justru bermanfaat bagi kesehatan jantung dan metabolisme jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Risiko baru muncul bila dikonsumsi secara ekstrem atau dalam bentuk suplemen pekat.
Ancaman Terbesar: Alkohol dan Makanan Ultra-Proses
Para pakar sepakat bahwa alkohol merupakan salah satu faktor diet yang paling jelas terkait dengan rendahnya testosteron, terutama bila dikonsumsi rutin dan berlebihan. Alkohol berdampak langsung pada kualitas tidur, berat badan, serta fungsi hati.
Selain itu, ancaman utama justru datang dari makanan ultra-olahan. Pola makan ini berkaitan erat dengan obesitas dan gangguan metabolisme, dua faktor yang sangat berpengaruh dalam menurunkan kadar testosteron.
Sebagai penutup, dokter menegaskan bahwa testosteron pria tidak mudah rusak seperti yang sering dikhawatirkan. Kunci utamanya adalah moderasi dan gaya hidup sehat.
Tidur cukup, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta membatasi alkohol dan suplemen berlebihan dinilai jauh lebih penting dibandingkan menghindari satu jenis makanan tertentu.


