Namun, hasil-hasil ini belum konsisten karena dapat dipengaruhi oleh desain penelitian, pola makan, serta karakteristik populasi yang berbeda.
Bagaimana Bawang Putih Bisa Mencegah Kanker?
Riset menunjukkan bahwa senyawa belerang alami dalam bawang putih — seperti allicin, DADS (diallyl disulfide), dan DATS (diallyl trisulfide) — dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, memicu kematian sel abnormal (apoptosis), dan membantu tubuh memetabolisme zat-zat yang berpotensi karsinogenik.
Meski begitu, sebagian besar bukti tersebut berasal dari penelitian observasional, bukan uji klinis langsung. Itu artinya, hubungan sebab-akibat antara makan bawang putih mentah dan pencegahan kanker belum dapat dipastikan sepenuhnya.
Efektivitasnya juga bergantung pada jenis kanker, pola konsumsi, dan cara pengolahan bawang putih. Beberapa penelitian bahkan tidak menemukan efek yang signifikan. Hingga kini, uji klinis acak berskala besar masih terbatas.
Kesimpulan Dokter
Dr. Uyen menyimpulkan bahwa konsumsi rutin bawang putih mentah memang dapat dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, khususnya pada mereka yang mengonsumsi dalam jumlah tinggi.


