KITAINDONESIASATU.COM – Diet ketogenik selama ini dikenal luas sebagai metode populer untuk menurunkan berat badan dan menstabilkan kadar gula darah. Bahkan, sebagian orang menganggap pola makan ini aman dijalani dalam jangka panjang.
Namun, penelitian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa manfaat penurunan berat badan tersebut bisa disertai konsekuensi metabolik yang tidak langsung terlihat.
Studi yang dilakukan tim peneliti dari University of Utah Health dan dipublikasikan di jurnal Science Advances menelusuri dampak jangka panjang diet keto.
Hasilnya mengungkap potensi gangguan pada fungsi hati, profil lipid darah, serta mekanisme pengaturan gula darah.
Diet keto bekerja dengan cara memangkas asupan karbohidrat secara drastis dan menggantinya dengan konsumsi lemak tinggi.
Kondisi ini memaksa tubuh masuk ke fase ketosis, yaitu ketika lemak dipecah menjadi badan keton sebagai sumber energi utama.

