KITAINDONESIASATU.COM – Cokelat hitam tak lagi sekadar camilan manis. Sebuah studi terbaru yang dimuat dalam jurnal Aging mengungkap bahwa kadar theobromine yang lebih tinggi di dalam tubuh berkaitan dengan usia biologis yang lebih rendah dibandingkan usia kronologis seseorang.
Berbeda dengan usia kronologis yang dihitung berdasarkan tahun kelahiran, usia biologis menggambarkan kondisi sel dan jaringan tubuh.
Indikator ini sering dikaitkan dengan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker.
Semakin “muda” usia biologis dibanding usia sebenarnya, semakin baik kondisi kesehatan sel.
Dalam penelitian tersebut, individu dengan kadar theobromine lebih tinggi menunjukkan penanda biologis yang mengarah pada perlambatan proses penuaan.
Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak serta-merta berarti cokelat hitam dapat menghentikan penuaan.

