Studi tersebut melibatkan 12 biksu berpengalaman dengan jam praktik meditasi lebih dari 15.000 jam.
Dengan menggunakan teknologi magnetic encephalography (MEG), peneliti memantau aktivitas otak saat istirahat dan meditasi, guna memahami dampaknya pada kesehatan mental dan pengaruh meditasi terhadap aktivitas otak manusia.
Dua jenis meditasi dianalisis, yakni samata dan vipassana.
Samata berfokus pada satu objek perhatian, sementara vipassana melatih kesadaran penuh terhadap momen saat ini.
Keduanya memengaruhi aktivitas otak secara berbeda, namun sama-sama relevan bagi kesehatan mental dan pengaruh meditasi terhadap aktivitas otak manusia.
Hasilnya, samata menciptakan kondisi aktivitas otak yang stabil dan terfokus, sedangkan vipassana membawa otak mendekati kondisi optimal dalam memproses informasi.


