KITAINDONESIASATU.COM – Tak hanya dikenal mampu menenangkan pikiran, meditasi kini disebut dapat membentuk ulang aktivitas otak manusia.
Temuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa praktik ini berdampak langsung pada kesehatan mental, terutama terkait pengaruh meditasi terhadap aktivitas otak manusia.
Menurut laporan Science Alert, meditasi bekerja dengan mengubah dinamika jaringan saraf pada aktivitas otak, membuatnya lebih terhubung dan stabil.
Efek ini disebut menyerupai kondisi yang muncul saat otak berada dalam keadaan tenang ekstrem, yang berperan penting bagi kesehatan mental dan pengaruh meditasi terhadap aktivitas otak manusia.
Penelitian yang dipimpin ilmuwan saraf Annalisa Pascala ini menyoroti konsep “keadaan kritis otak”.
Dalam kondisi ini, aktivitas otak berada pada keseimbangan ideal, tidak terlalu kacau dan tidak terlalu kaku, sehingga meditasi dinilai mampu meningkatkan fleksibilitas berpikir dan menjaga kesehatan mental, sesuai pengaruh meditasi terhadap aktivitas otak manusia.


