Gangguan tersebut dinilai masuk akal jika berkontribusi terhadap risiko kematian dalam jangka panjang. Peneliti juga menyoroti obesitas dan diabetes sebagai kondisi yang kerap berkaitan dengan pola tidur yang buruk, yang pada akhirnya dapat menurunkan angka harapan hidup.
Kabar baiknya, pola tidur masih bisa diperbaiki. Beberapa perubahan sederhana, seperti mengurangi kebiasaan menggulir media sosial atau berita negatif sebelum tidur, hingga melakukan relaksasi seperti yoga atau tai chi, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
American Academy of Sleep Medicine bersama Sleep Research Association merekomendasikan durasi tidur minimal tujuh jam per malam.
Bahkan, terdapat bukti bahwa kekurangan tidur pada hari kerja bisa sedikit dikompensasi saat akhir pekan.***


