Vitamin C memang krusial untuk pembentukan kolagen, namun zat ini sulit diserap secara optimal jika hanya dioleskan ke kulit. Sifatnya yang larut dalam air membuat vitamin C sulit menembus lapisan pelindung kulit.
Sebaliknya, sel kulit mampu menyerap vitamin C dari aliran darah dengan sangat efisien, terutama pada lapisan yang bertugas melakukan regenerasi.
Meski kiwi dipilih karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi dan stabil, peneliti menyebut manfaat serupa bisa diperoleh dari jeruk, buah beri, paprika, brokoli, serta berbagai sayuran segar lainnya.
Para ahli juga mengingatkan bahwa tubuh tidak menyimpan vitamin C dalam jangka panjang. Oleh karena itu, asupan harian menjadi kunci. Mereka menyimpulkan, kulit sehat tidak dimulai dari rak kosmetik, melainkan dari pola makan yang tepat.***


