Profesor Margaret Vissers selaku peneliti utama mengaku terkejut dengan kuatnya keterkaitan antara kadar vitamin C dalam darah dan kulit.
Menurutnya, temuan ini membuktikan bahwa kesehatan kulit sangat bergantung pada nutrisi dari dalam tubuh, bukan hanya dari perawatan luar.
Uji konsumsi kiwi beri hasil nyata
Pada tahap lanjutan penelitian, peserta diminta mengonsumsi dua buah kiwi setiap hari selama delapan minggu. Jumlah ini setara dengan sekitar 250 miligram vitamin C per hari.
Setelah periode tersebut, hasil pengujian menunjukkan peningkatan ketebalan kulit yang signifikan, sebagai tanda meningkatnya produksi kolagen, serta percepatan regenerasi lapisan kulit terluar.
Pengukuran dilakukan menggunakan teknologi canggih, termasuk ultrasound, untuk menilai ketebalan, elastisitas, dan fungsi vital kulit. Para peneliti menegaskan bahwa hasil ini bersifat objektif dan terukur, bukan sekadar kesan visual.


