“Tidur adalah salah satu dari tiga pilar utama kesehatan, bersama dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus resolusi sering kali hanya pada penurunan berat badan dan kebugaran, padahal perubahan tersebut juga berdampak langsung pada kualitas tidur. Efek ini saling menguatkan—memperbaiki satu aspek kehidupan dapat meningkatkan aspek lainnya.
Hubungan ini paling terasa pada kelompok usia 25–34 tahun, yang paling banyak melaporkan bahwa nutrisi sehat dan olahraga berkontribusi langsung terhadap tidur yang lebih nyenyak.
Selain membuat tubuh terasa segar saat bangun, tidur yang cukup juga berfungsi sebagai perlindungan biologis.
“Tidur yang memadai secara signifikan menurunkan risiko penyakit kronis seperti obesitas, penyakit jantung, hingga gangguan mental seperti depresi dan kecemasan,” jelas Yuen.
Untuk membantu meningkatkan kualitas tidur, AASM merekomendasikan beberapa kebiasaan berikut:


