Hati berperan penting dalam menghancurkan kafein, dan durasinya berbeda pada tiap individu. Waktu paruh kafein—yakni waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mengurangi kadar kafein hingga 50%—berkisar antara 2 hingga 12 jam.
Faktor genetik sangat menentukan; ada yang memetabolisme kafein lebih cepat, ada pula yang lambat. Anak-anak dan lansia umumnya memproses kafein lebih lama dibandingkan orang dewasa.
Gangguan hati juga memperlambat kemampuan tubuh menguraikan kafein. Hal serupa terjadi pada ibu hamil, terutama di trimester akhir, yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk menyingkirkan kafein dari tubuh.
Ketika efek kafein mulai turun, tubuh biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti lelah, sakit kepala, sulit fokus, hingga mudah marah.
Pengguna rutin yang tiba-tiba berhenti mengonsumsi kafein dapat mengalami gejala penarikan, seperti sakit kepala, kelelahan, perubahan suasana hati, dan penurunan konsentrasi.
Gejala ini biasanya muncul 12–24 jam setelah konsumsi terakhir dan berlangsung beberapa hari.


