KITAINDONESIASATU.COM – Kopi masih menjadi minuman favorit harian bagi jutaan orang di seluruh dunia, namun kaitannya dengan tekanan darah tinggi hingga kini masih memicu banyak perdebatan di kalangan ilmuwan.
Ya, meski banyak yang percaya kafein dalam kopi bisa memicu peningkatan tekanan darah, penelitian terbaru justru mengungkapkan sisi lain yang menarik.
Menurut laporan Healthline, kafein—komponen utama dalam kopi—bekerja dengan cara menstimulasi sistem saraf pusat dan meningkatkan pelepasan hormon adrenalin. Proses ini dapat menimbulkan lonjakan sementara pada tekanan darah, karena kafein juga menghambat reseptor adenosin yang biasanya membantu melebarkan pembuluh darah.
Sementara itu, Harvard Health Publishing melaporkan bahwa konsumsi kafein sekitar 200–300 mg dapat menaikkan tekanan sistolik hingga 8 mmHg dan diastolik 5–6 mmHg selama beberapa jam.
Namun, studi terhadap individu muda dan sehat menunjukkan efek yang jauh lebih kecil setelah satu cangkir kopi (sekitar 80 mg kafein), yang menandakan adanya variasi respons terhadap peningkatan tekanan darah antar individu.
Dalam jangka panjang, riset dari Universitas Johns Hopkins menyimpulkan bahwa kebiasaan minum kopi tidak berkorelasi dengan peningkatan tekanan darah kronis pada peminum reguler.
Beberapa tinjauan ilmiah juga menegaskan bahwa efek kafein terhadap tekanan darah bersifat ringan, sementara, dan tidak menimbulkan risiko hipertensi jangka panjang bagi orang sehat.





