KITAINDONESIASATU.COM – Sarapan merupakan asupan energi harian yang krusial, idealnya menyumbang 20\% hingga 35\% dari total konsumsi energi. Sayangnya, gaya hidup modern yang serba cepat membuat banyak orang rutin mengabaikan waktu makan penting ini.
Pertanyaannya, seberapa berbahayakah kebiasaan melewatkan sarapan bagi kesehatan?
Sebuah studi baru yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nutrients mencoba menjawab persoalan ini.
Para peneliti berfokus pada Sindrom Metabolik—sekumpulan kondisi yang menjadi akar dari banyak penyakit modern dan merupakan beban kesehatan masyarakat global.
Sindrom ini ditandai oleh empat komponen utama: tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, lemak darah tinggi, dan timbunan lemak perut.
Para peneliti dari Departemen Kesehatan Masyarakat, Universitas Kedokteran Ningxia, dan Laboratorium Faktor Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kronis Ningxia (Tiongkok) melakukan meta-analisis komprehensif.
Tinjauan ini melibatkan 9 studi dengan total partisipan lebih dari 118.000 orang untuk menilai korelasi antara melewatkan sarapan dengan risiko sindrom metabolik dan komponen-komponen utamanya.





