Air juga mendukung aktivitas detoksifikasi alami tubuh. Cairan yang memadai menjaga aliran darah tetap lancar, memastikan nutrisi terangkut dengan baik, dan membantu pembuangan limbah selama Anda beristirahat.
Penelitian yang dipublikasikan di PLOS One menunjukkan bahwa dehidrasi meski ringan dapat memengaruhi kondisi emosional serta fungsi kognitif. Banyak orang juga mengalami kesulitan tidur kembali setelah terbangun di tengah malam—yang akhirnya membuat tubuh terasa berat dan tidak segar keesokan paginya.
Namun, terlalu banyak minum air pada sore hingga malam hari dapat menimbulkan ketidaknyamanan, seperti kembung, bahkan gangguan pada keseimbangan elektrolit, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu.
Kelompok seperti penderita gangguan ginjal, jantung, diabetes, atau yang rutin menggunakan obat diuretik harus lebih berhati-hati karena konsumsi cairan berlebih dapat memperparah gejala atau mengacaukan pola tidur.
Asupan air yang terlalu banyak dalam waktu singkat juga membebani organ ekskresi, membuat tubuh lebih aktif saat seharusnya bersiap menuju fase istirahat.
Untuk pola minum yang benar, disarankan mengurangi konsumsi air dua jam sebelum tidur demi menghindari nokturia. Ketika haus, tubuh sebenarnya hanya membutuhkan beberapa teguk, bukan satu gelas penuh. Air hangat juga dapat memberi efek relaksasi, terutama bagi yang sering bernapas lewat mulut atau punya hidung tersumbat saat tidur.





