Salah satu makanan yang dinilai memenuhi kriteria tersebut adalah keju cottage. Daniel Wiesnia dari Yale University School of Medicine menjelaskan bahwa kombinasi protein dan kalsium dalam keju cottage memberikan manfaat ganda: membangun jaringan tulang sekaligus mempertahankan strukturnya.
Keunggulan keju cottage tidak berhenti di situ. Kandungan selenium berkontribusi pada pemeliharaan kepadatan mineral tulang, sementara magnesium diketahui mendukung pertumbuhan tulang dan berpotensi memperlambat laju osteoporosis.
Dengan profil gizinya yang lengkap, keju cottage dinilai sebagai salah satu pilihan makanan harian yang efektif untuk menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang. Para ahli menyarankan makanan ini sebagai tambahan praktis dalam pola makan, terutama ketika kebutuhan nutrisi meningkat seiring usia.
Dari sisi pengelolaan berat badan, keju cottage juga memiliki nilai tambah. UCLA Health menyebut keju cottage sebagai makanan rendah kalori, mengenyangkan, dan padat nutrisi. Produk ini berasal dari dadih susu dengan tekstur lembut dan tersedia dalam berbagai pilihan lemak.
Sementara itu, National Library of Medicine mengategorikannya sebagai makanan penunjang diet karena kandungan gizinya yang tinggi tanpa tambahan gula dan lemak jenuh berlebih.
Kandungan protein yang tinggi—bahkan melebihi telur atau yogurt Yunani—menjadikannya pilihan ideal untuk mendukung metabolisme, pembentukan otot, dan rasa kenyang lebih lama.***


