Pada pria dengan berat badan berlebih, suplementasi minyak ikan selama 12 minggu bahkan terbukti meningkatkan kadar testosteron total dibandingkan sebelum pengujian.
Saran terbaik: Konsumsi 2 porsi ikan berlemak per minggu seperti salmon, makarel, sarden dan tuna.
Suplementasi minyak ikan boleh digunakan jika direkomendasikan dokter. Jangan mengonsumsi dosis tinggi tanpa pengawasan medis, karena omega-3 berlebih dapat mempengaruhi pembekuan darah.
3. Kolesterol dalam Kuning Telur
Kolesterol ternyata memainkan peran penting dalam pembentukan testosteron. Sebuah studi di Journal of Strength & Conditioning Research menemukan bahwa pria yang makan 3 butir telur utuh (termasuk kuningnya) setelah latihan kekuatan mengalami peningkatan kadar testosteron lebih tinggi dibanding peserta yang hanya makan putih telur.
Artinya, kolesterol dalam kuning telur menjadi bahan dasar penting untuk sintesis hormon testosteron.




