Sebagaimana diketahui, sagu sebagai bahan utama mengandung karbohidrat kompleks yang memberikan energi tahan lama.
Selain itu, kuah kepurun yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti buah dengan kandungan asam, sangat baik untuk pencernaan.
Hidangan ini juga memiliki makna lebih dalam bagi masyarakat Lingga.
Selain sebagai bagian dari kuliner, kepurun sering disajikan pada acara adat dan perayaan, menjadi simbol keberkahan dan rezeki.
Konon, mereka yang memakan kepurun dipercaya akan memperoleh keberuntungan dan kelancaran dalam hidupnya.
Itu artinya, kepurun bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Lingga.
Hidangan ini mencerminkan kekayaan alam dan kearifan lokal yang telah turun-temurun. Dalam setiap suapan kepurun, tersimpan sejarah panjang yang menghubungkan masyarakat dengan warisan leluhur mereka.
Cicipi kepurun jika ke Kepulauan Riau
Jika Anda berkunjung ke Kepulauan Riau, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kepurun.


