KITAINDONESIASATU.COM – Pulau Kemaro merupakan salah satu destinasi wisata yang paling diminati di Provinsi Sumatera Selatan.
Terletak di delta kecil Sungai Musi, pulau ini berjarak sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera dan berposisi strategis di antara kawasan industri seperti Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Kilang Minyak PERTAMINA di Plaju dan Sungai Gerong.
Lokasinya kurang lebih 40 kilometer dari pusat Kota Palembang.
Salah satu daya tarik utama Pulau Kemaro adalah keberadaan bangunan-bangunan khas budaya Tionghoa.
Di tengah pulau, terdapat sebuah kelenteng megah bernama Hok Tjiang Rio yang memiliki sembilan anak tangga, mencerminkan arsitektur khas Tionghoa.
Klenteng ini dibangun pada tahun 2006 dan kini menjadi simbol ikonik dari Pulau Kemaro. Tak hanya itu, di kawasan ini juga terdapat vihara Buddha yang kerap dijadikan tempat beribadah dan ziarah oleh umat Buddha.
Pulau ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat perayaan-perayaan besar seperti Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.
Selama momen tersebut, berbagai kegiatan budaya dan religi digelar, menjadikan suasana pulau semakin hidup dan meriah.
Selain nilai religius dan budayanya, Pulau Kemaro juga dikenal karena kisah cinta tragis antara Tan Bun An, seorang pangeran dari Tiongkok, dan Putri Siti Fatimah dari Kerajaan Sriwijaya.
Kisah ini membuat pulau ini mendapat julukan “Pulau Jodoh” atau “Pulau Mate”.
Di bagian depan kelenteng, terdapat makam pasangan legendaris tersebut yang menjadi tempat ziarah dan simbol cinta abadi.
Dengan kombinasi sejarah, budaya, dan keindahan alam, Pulau Kemaro menjadi tujuan yang tepat untuk wisata spiritual, sejarah, maupun liburan keluarga yang berkesan.-***


