Lifestyle

Kehidupan Tertutup dan Keunikan Budaya Suku Baduy di Banten

×

Kehidupan Tertutup dan Keunikan Budaya Suku Baduy di Banten

Sebarkan artikel ini
FotoJet 6 20
Rumah suku Baduy

KITAINDONESIASATU.COM – Masyarakat Baduy di Banten adalah kelompok etnis yang sangat unik dan tertutup. Lokasinya terletak sekitar 10 km dari Desa Cibolegar dan Cibungur di Kecamatan Leuwidamar, dengan jalan terjal sepanjang 50 km dari Rangkasbitung.

Pada bulan April dan Mei, mereka menutup diri dari pengunjung luar untuk memperingati upacara Seba, yang merupakan persembahan hasil pertanian mereka kepada pemerintah.

Upacara ini dihadiri oleh perwakilan dari Baduy Dalam dan Baduy Luar yang berperan sebagai juru bicara masyarakat.
Dalam upacara tersebut, masyarakat Baduy Dalam menolak menggunakan kendaraan dan memilih untuk berjalan kaki sejauh 150 km sebagai bukti keteguhan mereka.

Suku Baduy terdiri dari 2.000 hingga 4.000 orang yang tinggal di 27 desa di pegunungan selatan Rangkasbitung, berbicara dalam bahasa Sunda, dan mempertahankan budaya yang sangat tradisional.

Meskipun menghadapi upaya modernisasi, mereka berhasil mempertahankan adat mereka, termasuk menolak pendidikan Barat di wilayahnya.

Ada tiga desa di bagian tengah wilayah Baduy yang tidak bisa dikunjungi, yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik, tempat tinggal 40 keluarga yang merupakan garis keturunan Baduy murni.

Ada juga 24 desa di bagian luar yang bisa dikunjungi, termasuk Leuwidamar, Lebak, dan Kadukatug.

Untuk mengunjungi wilayah ini, pengunjung harus mendapatkan izin tertulis dari Kantor Kecamatan Rangkasbitung.

Disarankan untuk datang dengan kelompok kecil, membawa makanan, hadiah, dan uang secukupnya, serta menjaga perilaku baik agar diterima oleh masyarakat setempat.

Sebelum berangkat, pastikan untuk mencari angkutan menuju titik masuk di Cibolger dan menginap di rumah kepala polisi di Leuwidamar jika perlu.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *