Lifestyle

Jumlah Wisatawan ke Baduy Melonjak Karena Sambil Belah Duren

×

Jumlah Wisatawan ke Baduy Melonjak Karena Sambil Belah Duren

Sebarkan artikel ini
baduy 1
Musim durian di baduy

KITAINDONESIASATU.COM– Kawasan budaya Baduy di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, pada tahun baru 2024 atau 1 Januari 2025 dipenuhi wisatawan. Salah satu pemicu membeludaknya wisatawan, karena bertepatan dengan musim durian.

Dalam sebuah video menunjukkan suasana padat di jalur pejalan kaki kawasan Baduy Luar. Wisatawan tampak saling bergantian menikmati pemandangan alam yang memukau sambil berburu durian yang menjadi daya tarik utama.

Kepala Dinas Pariwisata Lebak, Imam Rismahayadin, mengakui ada lonjakan jumlah pengunjung di awal tahun 2025. Para wisatawan berbondong-bondong menuju Baduy untuk merasakan langsung buah  durian asli Baduy.

Kata Imam, kepadatan ini terjadi karena libur tahun baru bersamaan dengan musim panen durian. Banyak wisatawan yang mengunjungi Baduy bukan hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga untuk mencicipi durian yang dikenal dengan rasa dan teksturnya yang khas.

“Selain refreshing, tidak lengkap rasanya kalau tidak mencicipi durian Baduy yang punya cita rasa unik. Sebagian besar pengunjung memang mengaku tertarik karena itu,” ujar Imam, Rabu (1/1/2024)

Berdasarkan data sementara, sejak 24 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025, sebanyak 57.219 wisatawan tercatat telah berkunjung ke kawasan Baduy. “Angkanya masih terus berkembang. Semoga kunjungan ke Lebak semakin meningkat,” kata Imam.

Salah seorang pengunjung asal Bandung, Ira, mengaku rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk mencicipi durian khas Baduy. “Banyak yang bilang durian Baduy rasanya beda dari yang lain, jadi saya penasaran. Ternyata pas sampai sini, ramai sekali, tidak menyangka akan sepadat ini,” katanya.

Sementara itu, kunjungan wisata ke pantai di Kecamatan Anyar dan Cinangka pada momen libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 mengalami penurunan. Hal tersebut dikarenakan faktor cuaca buruk yang melanda wilayah di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Serang.

Pengelola Pantai Batu Saung, Erika, mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan di Pantai Batu Saung pada libur tahun baru cukup tinggi. “Kita hitung jumlah kendaraannya, untuk kendaraan pribadi ada 180 kendaraan, bus ada satu, lalu untuk sepeda motor sudah ada sebanyak 470. Diperkirakan akan terus bertambah,” katanya.

Namun, ia mengaku, untuk jumlah kunjungan di Pantai Batu Saung mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan momen Natal dan Tahun baru pada tahun lalu. “Enggak seramai tahun lalu, beda jauh banget sama tahun lalu. Kalau tahun lalu sejak natal sampai tahun baru ramai terus, kalau sekarang enggak begitu ramai,” ujarnya.

Ia mengatakan, turunnya kunjungan wisata di wilayah Pantai Anyar-Cinangka diakibatkan oleh kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Serang, mulai dari hujan deras dan gelombang tinggi. “Isu cuaca sih yang mempengaruhi. Kemarin nanya-nanya, banyak wisatawan yang memilih berlibur ke Bandung atau daerah wisata lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasandaya, membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, hal tersebut diakibatkan karena informasi-informasi yang beredar di media sosial yang memperlihatkan kondisi cuaca yang kurang baik. “Adanya pemberitaan tentang cuaca yang kurang bagus di kawasan pantai sangat berpengaruh terhadap minat wisatawan ke Anyer,” tegasnya.

Meski demikian, Anas mengungkapkan untuk target kunjungan tahunan Pemkab Serang sudah terlampaui yang ditargetkan pada tahun 2024 sebanyak 2,9 juta wisatawan. “Alhamdulilah pada momen libur Nataru ini ada tambahan kunjungan sekitar 200.000 wisatawan di seluruh destinasi wisata di Kabupaten Serang. Sehingga kunjungan wisata tahun ini mencapai 3,06 juta pengunjung,” kata Anas sambil tersenyum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *