KITAINDONESIASATU.COM – Di zaman sekarang ini dengan segala kemudahan yang didapat membuat sebagian orang malas bergerak (mager), apalagi melakukan olahraga. Apa-apa selalu menggunakan kendaraan, seperti sepeda motor. Kondisi ini jika terus-menerus dilakukan akan memengaruhi kesehatan Anda.
Nah, tahukah Anda bahwa olahraga jalan kaki banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh? Mulai dari menurunkan berat badan hingga mencegah serangan jantung.
Kalau begitu, ayuk jangan tunda-tunda lagi dan bermalas-masalan melakukan olahraga jalan kaki setiap harinya yang cukup hanya 30 menit saja.
Berikut manfaat olahraga jalan kaki yang dilansir dari Alodokter, Senin, 13 Januari 2025:
- Menurunkan berat badan
Dengan berjalan kaki selama 30 menit saja, Anda bisa membakar setidaknya 150 kalori. Hal tersebut juga dapat membantu mengontrol berat badan dan menjadi tubuh lebih sehat. - Meningkatkan energi
Jalan kaki dapat memperlancar aliran oksigen ke seluruh tubuh, sekaligus mengaktifkan hormon kortisol, epinefrin, dan norepinefrin di dalam tubuh. Jadi, dengan jalan kaki membuat tubuh lebih bernergi. - Mencegah osteoporosis
Osteoporosis disebabkan oleh pengeroposan tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan lebih mudah patah. Untuk mencegah osteoporosis, Anda dapat mencoba berjalan kaki secara rutin setiap hari. - Memperkuat daya tahan tubuh
Jalan kaki secara rutin juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit infeksi. - Mengurangi stres
Rutin berjalan kaki dapat mengurangi dan mencegah stres. Ketika berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik lainnya, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati serta mengurangi rasa cemas dan depresi. - Mencegah diabetes tipe 2
Risiko terkena penyakit diabetes tipe 2 dapat menurun jika Anda rutin melakukan aktivitas fisik, termasuk jalan kaki. Olahraga ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh dapat menggunakan glukosa dengan lebih efisien. - Mencegah serangan jantung
Jalan kaki bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga kestabilan tekanan darah sehingga risiko terjadinya serangan jantung maupun penyakit jantung yang lain menjadi lebih rendah. (*)


