Lifestyle

Ini Makanan Penyebab Vertigo, Kenali dan Batasi Konsumsinya!

×

Ini Makanan Penyebab Vertigo, Kenali dan Batasi Konsumsinya!

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 24
Beragam makanan yang bisa menyebabkan vertigo

KITAINDONESIASATU.COM – Beberapa jenis makanan dapat menjadi pemicu vertigo, terutama yang tinggi kadar garam dan gula.

Mengonsumsi makanan tersebut dalam jumlah berlebihan dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh, yang kemudian berdampak pada pusat keseimbangan di telinga.

Vertigo sendiri bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari gangguan kesehatan tertentu. Penyebab paling umum adalah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), yang disebabkan oleh gangguan pada keseimbangan telinga bagian dalam.

Meski bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, vertigo umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Perbedaan Vertigo dan Pusing

Vertigo sering kali disalahartikan sebagai pusing. Padahal, vertigo ditandai dengan sensasi lingkungan atau tubuh terasa berputar, sedangkan pusing lebih mengarah pada perasaan lemas, kliyengan, atau hampir pingsan.

Salah satu cara efektif untuk mencegah vertigo adalah dengan menghindari konsumsi makanan yang dapat memicunya.

Baca Juga  Serunya Liburan di Pantai Patawana, Fakfak Timur

Jenis Makanan yang Bisa Memicu Vertigo

Menghindari makanan tertentu dapat membantu mencegah kekambuhan vertigo dan mengurangi gejalanya. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari:

Makanan Tinggi Garam
Konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh, termasuk di telinga bagian dalam, yang berkontribusi pada timbulnya vertigo. Asupan garam harian yang disarankan bagi orang dewasa adalah 2 gram atau setara dengan 1 sendok teh. Makanan tinggi garam yang perlu dihindari meliputi makanan cepat saji, makanan kalengan, keju, dan camilan gurih.

Makanan dengan Kandungan Gula Tinggi
Seperti garam, asupan gula yang berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh, termasuk di telinga, yang bisa memicu vertigo. Batas asupan gula harian yang direkomendasikan adalah 50 gram atau sekitar 4 sendok makan.

Baca Juga  ‘Zootopia 2’ Banjir Uang! Raup Rp14 Triliun Hanya dalam 5 Hari, Pecahkan Rekor Dunia

Makanan dan Minuman Berkafein
Kafein memiliki efek diuretik yang dapat menyebabkan dehidrasi dan mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Konsumsi kafein yang berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko vertigo dan sakit kepala. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi teh, kopi, dan cokelat.

Makanan dan Minuman Beralkohol
Alkohol dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh serta menyebabkan dehidrasi, yang keduanya dapat memicu vertigo. Selain itu, makanan yang difermentasi seperti tapai dan durian juga dapat memiliki efek serupa jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Makanan dengan Kandungan MSG
Konsumsi monosodium glutamat (MSG) dalam jumlah besar diduga dapat memengaruhi keseimbangan cairan di telinga bagian dalam, sehingga meningkatkan risiko vertigo kambuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung MSG berlebih.

Baca Juga  Acara RCTI Hari Kamis, 16 Juli 2025 ada Jack Dan Danil hingga Putri Tidur vs Bos Ganteng

Makanan Tinggi Kolesterol
Makanan berlemak seperti gorengan, makanan cepat saji, dan jeroan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah menuju telinga terganggu dan dapat memicu serangan vertigo.

Tips Mencegah Vertigo

Selain menghindari makanan pemicu vertigo, beberapa langkah berikut juga bisa membantu mengurangi risiko kekambuhan:

Hindari perubahan posisi tubuh yang mendadak.

Gerakkan kepala secara perlahan saat beraktivitas.

Hindari posisi tubuh yang membungkuk terlalu lama.

Pastikan asupan vitamin D harian terpenuhi, sekitar 15–20 mikrogram per hari.

Cukupi waktu tidur minimal 7 jam per malam.

Minum air putih setidaknya 6 gelas per hari.

Hindari kebiasaan merokok.

Jika vertigo masih sering kambuh meskipun sudah menghindari makanan pemicunya dan menerapkan pola hidup sehat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *