Lifestyle

Ini Cara Mengukur dan Memahami Denyut Nadi Normal

×

Ini Cara Mengukur dan Memahami Denyut Nadi Normal

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 6
Denyut nadi

KITAINDONESIASATU.COM – Denyut nadi adalah indikator yang penting untuk mengukur seberapa sering arteri mengembang dan berkontraksi dalam satu menit sebagai respons terhadap detak jantung. Denyut yang normal menandakan bahwa jantung berfungsi dengan baik. Namun, jika terlalu cepat atau terlalu lemah, ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Rata-rata normal berkisar antara 60 hingga 100 kali per menit. Beberapa ahli menyarankan standar baru yang lebih ketat, yaitu antara 50 hingga 70 kali per menit. Hal ini didasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa denyut lebih dari 80 kali per menit saat istirahat dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Atlet, yang biasanya memiliki tingkat kebugaran lebih tinggi, cenderung memiliki denyut nadi yang lebih rendah, berkisar sekitar 40 kali per menit.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan denyut nadi, di antaranya adalah aktivitas fisik, anemia, penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat tiroid, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, obesitas, dan stres. Di sisi lain, denyut nadi yang lambat bisa disebabkan oleh penyakit jantung, konsumsi obat jantung, kondisi kebugaran fisik yang baik (seperti pada atlet), atau hipotiroidisme.

Selain itu, beberapa faktor lain seperti usia, suhu udara, posisi tubuh, emosi, ukuran tubuh, dan efek samping obat juga berperan dalam mempengaruhi denyut nadi. Misalnya, anak-anak biasanya memiliki denyut yang lebih tinggi daripada orang dewasa, sementara suhu lingkungan yang tinggi dapat meningkatkan denyut nadi sekitar 10 kali per menit.

Baca Juga  Jangan Tinggalkan Zikir, Meski Hati Lalai! Inilah Rahasia Besar yang Diungkap Ulama

BACA JUGA: CT Scan Jantung: Manfaat, Prosedur, dan Risikonya!

Cara menghitungnya cukup sederhana. Letakkan jari di pergelangan tangan atau leher, hitung denyut selama 15 detik, lalu kalikan hasilnya dengan 4 untuk mendapatkan jumlah denyut per menit.

Jika denyut terlalu cepat atau lambat, apalagi jika disertai gejala seperti nyeri dada, pusing, sesak napas, atau pingsan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan sangat penting untuk mendeteksi adanya masalah kesehatan pada jantung atau gangguan lainnya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *