Lifestyle

Hutan Lindung Kerumutan, Permata Hijau di Timur Sumatera

×

Hutan Lindung Kerumutan, Permata Hijau di Timur Sumatera

Sebarkan artikel ini
FotoJet 8 16
Hutan Lindung Kerumutan

KITAINDONESIASATU.COM – Hutan Lindung Kerumutan adalah salah satu kawasan konservasi penting di Pulau Sumatera yang mencakup wilayah seluas 1.332.169 hektare.

Hutan ini menjadi habitat bagi beragam jenis flora dan fauna endemik khas hutan dataran rendah tropis.

Keunikan kawasan ini semakin menonjol dengan keberadaan hutan bakau yang membentang di sepanjang koridor Sungai Kampar, menjadikannya berbeda dari hutan-hutan lainnya di Sumatera.

Secara administratif, Hutan Lindung Kerumutan berada di Kecamatan Kerumutan dan meliputi dua kabupaten di Provinsi Riau, yaitu Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Baca Juga  5 Sayuran yang Disebut Bisa Mengurangi Risiko Kanker Usus Besar, Brokoli hingga Kale

Kawasan ini dibatasi oleh Sungai Indragiri, Sungai Kampar, Pantai Timur Pulau Sumatera, serta Jalan Lintas Timur Sumatera.

Letak geografis tersebut menempatkannya dalam posisi strategis bagi perlindungan ekosistem rawa gambut yang sangat penting.

Lanskap hutan ini terbagi dalam tiga bagian utama.

Pertama adalah kawasan inti, yakni Suaka Margasatwa Kerumutan, dengan luas sekitar 93.223 hektare.

Kedua, Kawasan Lindung Gambut yang menjadi wilayah potensial untuk perluasan konservasi dengan luas 52.213 hektare.

Terakhir, wilayah di luar kawasan inti atau kawasan intervensi seluas 1.176.734 hektare, yang difokuskan pada penyelamatan ekosistem hutan rawa gambut.

Baca Juga  Acara RCTI Kamis, 27 Maret 2025: ada Yang Tobat-Tobat Aja hingga Sinema Malam Preman B

Meski sebagian areanya telah dimanfaatkan untuk sektor industri kehutanan, perkebunan, dan budidaya, kawasan ini tetap memiliki nilai konservasi yang tinggi.

Hutan Kerumutan tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga menjadi rumah bagi satwa langka yang dilindungi, seperti harimau sumatera (Panthera tigris sumatrensis), yang menjadikannya sangat penting dalam upaya pelestarian biodiversitas tropis.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *