Hiburan

Tayang November di Netflix, Left-Handed Girl Jadi Potret Keluarga Paling Emosional Tahun Ini

×

Tayang November di Netflix, Left-Handed Girl Jadi Potret Keluarga Paling Emosional Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
left
Film Left-Handed Girl. (Dok. Netflix)

KITAINDONESIASATU.COM – Setelah sukses mendampingi Sean Baker di sejumlah film festival, sutradara asal Taiwan Shih-Ching Tsou akhirnya merilis karya solo paling personal berjudul Left-Handed Girl. Film ini pertama kali mencuri perhatian dunia ketika tayang di program Critics’ Week Festival Film Cannes 2025, dan kini bersiap menyapa penonton global lewat Netflix pada November mendatang.

Mengusung kisah yang terinspirasi langsung dari masa kecil Shih-Ching Tsou di Taipei, Left-Handed Girl menghadirkan potret keluarga sederhana yang berjuang di tengah tekanan sosial dan ekonomi perkotaan. Nuansa otobiografisnya terasa kuat, hangat, getir, namun sangat manusiawi.

Film ini mengikuti kisah Shu-Fen (diperankan oleh Janel Tsai), seorang ibu tunggal tangguh yang kembali ke Taipei bersama dua putrinya, I-Ann (Shih-Yuan Ma) dan I-Jing (Nina Ye), demi memulai hidup baru dengan membuka kios mi di pasar malam. Namun, di balik semarak lampu-lampu kota, konflik batin dan luka lama mulai mencuat.

Masalah memuncak ketika sang kakek yang keras kepala melarang I-Jing, cucu bungsunya yang kidal, menggunakan tangan kirinya, yang disebutnya sebagai “tangan setan.” Dari sinilah rahasia besar keluarga mulai terungkap, membawa penonton pada drama lintas generasi yang penuh emosi dan makna.

Baca Juga  15 Film Fantasi Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Tonton

Diperkuat oleh jajaran pemain berbakat seperti Shih-Yuan Ma, Janel Tsai, Nina Ye, dan Teng-Hui Huang, film ini memotret benturan antara tradisi kuno dan modernitas Taiwan lewat sudut pandang seorang anak kecil yang polos tapi tajam.

Menurut laman TIFF, Left-Handed Girl tidak sekadar bicara soal konflik keluarga, tapi juga menelusuri identitas, kebebasan, dan perjuangan perempuan Asia Timur di tengah perubahan zaman.

Dengan kamera genggam yang luwes, Tsou berhasil menghidupkan wajah Taipei – bising, padat, tapi juga memikat – menjadikannya karakter tersendiri dalam kisah yang menyentuh hati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *