Star Wars Butuh Grogu Lebih Kuat dari Baby Yoda
Penggunaan istilah Baby Yoda dalam seri LEGO Star Wars terasa seperti pengakuan diam-diam bahwa julukan ini tak akan hilang.
Namun, Lucasfilm dan Disney juga mendorong agar nama asli Grogu semakin dikenal luas. Pasalnya, Grogu adalah co-headliner kembalinya Star Wars ke layar lebar, sehingga nama tersebut harus membawa pengakuan instan di kalangan penonton.
Jika film ini sukses, hampir pasti akan ada sekuel dan spin-off. Grogu telah menjadi magnet merchandise yang besar dan potensinya akan makin besar. Bukan mustahil Disney merilis lebih banyak film dan konten Disney+ yang berfokus pada Grogu. Dengan nama Grogu, Disney lebih mudah membangun identitas karakter daripada terus-menerus menyebutnya Baby Yoda.
Masalah lainnya adalah waktu. Tidak jelas berapa lama The Child akan tetap “anak-anak.” Jika Lucasfilm ingin terus menulis cerita tentangnya, Grogu akan tumbuh dewasa di layar. Julukan Baby Yoda tidak bisa dipakai selamanya, apalagi dia bukan Yoda muda.
Maka, penggunaan nama Grogu secara konsisten menjadi vital bagi masa depan karakter ini, terlebih jelang pemasaran The Mandalorian dan Grogu yang diproyeksikan akan mencapai “hyperdrive.”***

