KITAINDONESIASATU.COM – Menjelang perilisan film The Mandalorian dan Grogu tahun depan, Star Wars kembali mengangkat perdebatan seputar nama “Baby Yoda.”
Lompatan The Mandalorian dari Disney+ ke layar lebar sangat penting — ini adalah film Star Wars pertama sejak 2019 sekaligus proyek era streaming pertama yang menembus bioskop. Popularitas Grogu sendiri menjadi bukti betapa besar dampaknya.
Sejak Disney mengakuisisi Lucasfilm, hanya sedikit karakter yang mampu mencapai daya tarik viral seperti The Child, yang kini menjadi pilar penting masa depan waralaba.
Saat karakter itu pertama kali muncul di episode perdana The Mandalorian, Disney mencoba mempertahankan sebutan “The Child.” Namun, penggemar langsung menamainya “Baby Yoda” karena alasan yang jelas.
Julukan itu sempurna, dan meski The Mandalorian musim 2 mengungkap nama aslinya sebagai Grogu, sebutan Baby Yoda tetap melekat.
Kini, Star Wars bahkan menggunakannya secara resmi. Dalam LEGO Star Wars: Rebuild the Galaxy – Pieces of the Past, istilah “Baby Yoda” untuk pertama kalinya muncul di layar.
Dalam adegan tersebut, para pahlawan LEGO Star Wars bertemu Grogu dan terkesima, berulang kali menyebutnya “Baby Yoda” sampai Landolorian (gabungan Lando Calrissian dan Mandalorian) muncul untuk mengoreksi mereka. Dia menegaskan bahwa namanya adalah Grogu, bukan Baby Yoda — namun pertanyaannya, apakah publik benar-benar mau beralih?



