Selain itu, gel bertindak sebagai kerangka struktural yang menarik ion kalsium dan fosfat dari air liur untuk membangun mineral baru melalui proses yang disebut epimineralisasi.
Dengan begitu, bahan ini menyatu sempurna dengan gigi asli, mengembalikan struktur dan kekuatannya seperti semula.
Lebih dari sekadar memperbaiki enamel, gel ini juga bisa digunakan pada dentin terbuka, membantu mengatasi gigi sensitif dan memperkuat daya rekat restorasi gigi.
Masalah kerusakan enamel sendiri telah memengaruhi hampir 50% populasi dunia, bahkan dikaitkan dengan risiko diabetes dan penyakit jantung.
Karena enamel tidak bisa tumbuh kembali secara alami, penemuan ini menjadi terobosan besar setelah bertahun-tahun penelitian tanpa solusi permanen.
Dr. Absher Hassan menjelaskan bahwa uji simulasi kehidupan nyata menunjukkan enamel yang tumbuh kembali ini berperilaku sama seperti enamel sehat, bahkan setelah diuji terhadap aktivitas seperti mengunyah dan menyikat gigi.


