Perbandingan dengan Tsuchikage generasi kedua juga kerap muncul. Keduanya sama-sama pengguna Jutsu Debu, namun versi generasi kedua dinilai punya mekanisme lebih halus.
Rangkaian skill-nya fleksibel, dapat disesuaikan dengan situasi, dan tetap terasa nyaman meski sudah dilemahkan.
Sebaliknya, Ninja War Onoki terlalu bergantung pada kombinasi multi-skill dan batu berat, membuat gaya mainnya terasa kaku.
Saat ini, Onoki lebih cocok mendapat penyesuaian mekanik ketimbang sekadar buff angka. Penguatan langsung justru berisiko mengulang masa lalu atau tetap tidak relevan.
Perubahan terakhir—seperti koneksi sub-skill ke basic attack dan pemulihan setengah charge—terasa belum cukup mengangkatnya ke meta.
Bahkan beberapa “perubahan tersembunyi”, seperti kemampuan batu ringan-berat memicu gulungan rahasia dan komunikasi psikis, masih dibiarkan.

