KITAINDONESIASATU.COM – Dalam sidang mediasi hukum yang penuh emosi, kelima anggota NewJeans — Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein — menyampaikan posisi mereka dengan jujur dan tulus: mereka ingin kembali ke ADOR, tetapi hanya jika ADOR yang mereka cintai dulu bisa kembali hadir.
Pernyataan itu disampaikan melalui tim hukum mereka dalam sidang ketiga gugatan perdata yang diajukan ADOR, yang bertujuan untuk mengonfirmasi keabsahan kontrak eksklusif dengan grup. Namun, di balik argumen hukum, yang terungkap adalah luka mendalam dari sebuah kepercayaan yang hancur.
“Akar dari semua konflik ini,” jelas perwakilan hukum, “adalah audit yang diluncurkan HYBE pada April 2024 — titik di mana segalanya mulai berubah.” Audit ini memicu krisis internal, termasuk pemecatan Min Hee-jin , CEO ADOR yang selama ini menjadi sosok pelindung dan pendukung kuat bagi NewJeans.
Tim hukum menekankan bahwa tuduhan terhadap Min — seperti upaya pengambilalihan perusahaan — tidak pernah menjadi dasar resmi pemecatannya.
Bahkan, polisi baru-baru ini membuktikan ketidakbersalahannya dari tuduhan pelanggaran kepercayaan, yang semakin memperkuat keyakinan para anggota bahwa keputusan tersebut tidak adil.
“ADOR yang pernah kami kenal — tempat kami tumbuh, bermimpi, dan merasa aman — kini sudah tidak ada,” ujar perwakilan. “Seperti ponsel yang sama, tapi kartu SIM-nya diganti. Secara fisik mungkin identik, tapi jiwanya berbeda. ADOR yang kami percaya telah hilang.”
Mereka menggambarkan betapa mendekati gedung agensi saja kini membuat hati mereka berdebar karena cemas, hingga beberapa anggota membutuhkan penanganan medis untuk gejala depresi dan stres.
“Bagaimana mungkin kami diminta tampil di atas panggung dengan hati yang terluka? Bukankah kami juga berhak atas martabat dan rasa aman?”

