Namun, mereka mengakui bahwa mereka kurang sensitif terhadap dampak budaya negatif yang mungkin ditimbulkan oleh penggambaran tersebut.
Dalam permintaan maafnya, agensi menegaskan bahwa mereka akan lebih berhati-hati dalam merujuk budaya lain di masa depan dan menyatakan bahwa seluruh konten terkait telah dihapus dari saluran YouTube resmi KISS OF LIFE.
Reaksi Netizen Terhadap Permintaan Maaf
Meskipun telah mengeluarkan permintaan maaf, banyak netizen yang menilai bahwa permintaan maaf tersebut tidak cukup memadai.
Banyak yang mengkritik bahwa permintaan maaf itu terasa tidak tulus dan tidak mengatasi masalah inti. Beberapa pengguna media sosial bahkan membandingkan permintaan maaf ini dengan surat permintaan maaf yang lebih mendalam dan tulus yang biasa diberikan oleh agensi ketika idola terlibat dalam kontroversi lainnya.
Seorang pengguna di X (sebelumnya Twitter) berkomentar, “Perusahaan K-pop membuat idola mereka menulis surat permintaan maaf tulus untuk masalah seperti berkencan, tapi ketika siaran langsung mereka jelas rasis, mereka hanya mengunggah permintaan maaf seadanya. Ini sangat lucu.”
Pengguna lain menambahkan, “Jika kalian mengaku merayakan budaya hip hop, apakah itu berarti kalau saya berdandan sebagai wanita Asia dan mulai menampilkan stereotip budaya kalian, itu berarti saya sedang merayakan budaya kalian? Siapa yang kalian coba bodohi?”
Kontroversi ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh industri K-pop dalam menghargai dan memahami berbagai budaya, serta pentingnya berhati-hati dalam menggambarkan elemen budaya tertentu, terutama yang sensitif.
Sejak debutnya pada tahun 2023 dengan EP Kiss of Life, grup ini kini harus menghadapi ujian dalam cara mereka menanggapi kritik dan menjaga hubungan baik dengan penggemar serta masyarakat luas.***
