KITAINDONESIASATU.COM – Setelah delapan tahun absen dari genre thriller aksi yang pernah membesarkan namanya, Jackie Chan kembali menghentak layar lebar dengan film terbarunya, ‘The Shadow’s Edge’, yang resmi dirilis pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Film The Shadow’s Edge bukan sekadar comeback biasa, melainkan sebuah pernyataan kuat bahwa sang legenda masih memiliki daya ledak di dunia perfilman internasional.
Disutradarai oleh Larry Yang—sutradara muda berbakat yang sebelumnya sukses dengan film ‘Operation Red Sea’ (2018) sebagai penulis skenario—‘The Shadow’s Edge’ menghadirkan kombinasi sempurna antara aksi fisik, ketegangan psikologis, dan narasi modern yang relevan dengan era digital.
Film ini menandai kembalinya Jackie Chan ke genre hard-hitting thriller setelah terakhir kali tampil serius dalam ‘The Foreigner’ (2017) yang dibintangi bersama Pierce Brosnan.
Latar dan Alur Cerita: Perampokan Canggih di Era Digital
Berdasarkan laporan dari The Straits Times dan berbagai media internasional, ‘The Shadow’s Edge’ berlatar di Makau, kota yang dikenal sebagai “Las Vegas-nya Asia” dengan industri kasino dan teknologi keamanan canggih. Namun, di balik kemewahan dan sistem pengawasan mutakhir bernama “Sky Eye”, tersembunyi celah yang dimanfaatkan oleh kelompok pencuri elit.
Cerita dimulai dengan perampokan spektakuler di pusat data keuangan Makau, tempat cryptocurrency senilai miliaran dolar berhasil dicuri oleh kelompok misterius.
Yang mengejutkan, mereka mampu menghindari sistem pengawasan canggih “Sky Eye”—sistem AI berbasis kamera dan analisis data real-time yang dianggap tak bisa ditembus.
Untuk mengungkap kasus ini, kepolisian Makau mengambil langkah ekstrem: mereka merekrut kembali Wong Tak-chung (diperankan oleh Jackie Chan), seorang mantan ahli pengawasan dan analisis intelijen yang telah pensiun dan hidup terpencil setelah trauma masa lalu.



