Hiburan

Film Merah Putih One For All Dituding Gunakan Karakter Tanpa Izin, Kreator Asli Angkat Bicara

×

Film Merah Putih One For All Dituding Gunakan Karakter Tanpa Izin, Kreator Asli Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Film Merah Putih One For All Dituding Gunakan Karakter Tanpa Izin, Kreator Asli Angkat Bicara
Film Merah Putih One For All Dituding Gunakan Karakter Tanpa Izin, Kreator Asli Angkat Bicara

KITAINDONESIASATU.COM – Film animasi Merah Putih One For All kembali menjadi sorotan publik usai perilisan trailernya, kali ini karena dugaan penggunaan karakter tanpa izin. Pemilik asli karakter yang diduga dipakai dalam film tersebut akhirnya memberikan pernyataan.

Informasi ini terungkap melalui cuitan akun Twitter @gituamatyah pada 11 Agustus 2025, yang menanggapi klarifikasi produser film, Toto Soegriwo. Klarifikasi tersebut sebelumnya membantah kabar bahwa ia menerima Rp6,7 miliar dari pemerintah untuk produksi film tersebut.

Dalam cuitannya, @gituamatyah mempertanyakan legalitas penggunaan karakter animasi di Merah Putih One For All. “Boleh dijawab juga gak pak? Untuk karkaternya itu memang team bapak beli assets atau gimana? Soalnya creator aslinya ngaku di YouTubenya sendiri kalau tidak ada dari tim bapak yang reach out ke dia tentang penggunaan karakter untuk film ini,” tulisnya.

Cuitan itu disertai tangkapan layar komentar akun YouTube @junaidmiran, yang mengaku sebagai kreator karakter tersebut. Dalam komentarnya, Junaid Miran menegaskan bahwa ia tidak pernah memberi izin atau dihubungi pihak produksi, meski animasinya dipakai sebagai karakter utama. Ia menyebut ada enam karakter karyanya yang digunakan.

“Terima kasih atas apresiasinya, semua orang dari Indonesia! Untuk menjawab pertanyaan yang paling sering diajukan: Tidak, tdak ada seorang pun dari tim produksi yang menghubungi saya atau memberi saya kredit atas karakter-karakter saya yang digunakan sebagai karakter utama di film tersebut. Mereka menggunakan total 6 karakter,” tulisnya, yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Kabar ini langsung memicu beragam reaksi warganet di Twitter. Akun @gituamatyah menyoroti klaim “karya anak bangsa” yang tidak sesuai jika desain karakter ternyata bukan orisinal. “Sedangkan yang bikin netizen kecewa itu kenapa diheadline dengan ‘karya anak bangsa’ tapi kalau desain karakternya tidak original ya harusnya gak bsia dibilang karya sendiri dong,” ujarnya.

Akun lain, @jazzmintny, menilai isu ini lebih serius dibanding tudingan soal dana pemerintah. “Dibanding soal nerima atau gak dana dari pemerintah, ini jauh lebih krusial, soalnya dilabeli ‘karya anak bangsa’ tapi desain karakternya ngambil punya orang luar. Bahkan kreatornya sendiri sudah bilang disitu kalau dari pihak tim produksi gak ada yang reach out sama sekali. Dimana kreatifitasnya,” tulisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *