Para aktor menjalani pelatihan intensif seperti berenang, scuba diving, hingga freediving untuk adegan bawah air. Produksi juga menggunakan teknik canggih “Dry for Wet”, di mana aktor berakting di studio penuh asap untuk menciptakan ilusi berada di bawah air. Teknik ini menuntut koordinasi presisi antara pemain, kabel, dan kamera.
Dipuji, Tapi Akhir Cerita Menuai Perdebatan
Banyak penonton memuji pengalaman imersif film ini, terutama saat apartemen yang awalnya terasa familiar berubah seperti akuarium raksasa. Adegan bawah air yang jarang ditemui dalam film Korea menjadi sorotan tersendiri, dengan banyak komentar yang mengapresiasi kemajuan teknologi perfilman Korea.
Namun, tidak sedikit pula penonton yang memberikan tanggapan beragam terhadap struktur cerita dan ending yang tidak konvensional. Perbedaan interpretasi tersebut justru memicu diskusi hangat di komunitas daring, membuat The Great Flood terus menjadi topik pembicaraan.
Saat ini, The Great Flood sudah dapat disaksikan oleh penonton di seluruh dunia melalui Netflix, sekaligus mempertegas potensi besar Korea Selatan dalam genre fiksi ilmiah dan film bencana.***

