“Itu benar-benar menakutkan!” tulis Chan dalam otobiografinya Never Grow Up.
Adegan Diulang, Ancaman Tetap Nyata
Pasca insiden itu, kru film memutuskan untuk memindahkan macan tutul ke adegan lain. Namun, setiap kali Chan mencoba berjalan melewati hewan tersebut, macan tutul kembali menunjukkan agresi. Bahkan dalam salah satu pengambilan gambar, cakarnya sempat membekas di dinding lokasi syuting.
Pengalaman ini menyadarkan Chan akan risiko ketika bekerja dengan binatang buas—bahkan yang tampak terlatih sekalipun.
Ia menegaskan bahwa rasa hormat terhadap alam dan insting hewan adalah sesuatu yang tak boleh diabaikan, bahkan dalam dunia film.
Lebih dari Sekadar Aksi
Meski terkenal karena keberaniannya melakukan aksi ekstrem, Jackie Chan percaya bahwa film yang baik tak hanya tentang aksi, tapi juga soal eksplorasi tempat-tempat eksotis dan kisah yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Dalam “Armour of God”, kehadiran macan tutul menjadi bagian dari upayanya menciptakan pengalaman sinematik yang otentik, meski nyaris merenggut keselamatannya.***
