Hiburan

Bima Sakti Pictures Syuting Film Horor ‘Pirunduk’ di Kalimantan Selatan, Libatkan Artis Nasional dan SDM Lokal

×

Bima Sakti Pictures Syuting Film Horor ‘Pirunduk’ di Kalimantan Selatan, Libatkan Artis Nasional dan SDM Lokal

Sebarkan artikel ini
syuting film Pirunduk
Syukuran dan pers rilis jelang proses produksi Film Pirunduk. (ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Rumah produksi Bima Sakti Pictures resmi memulai proses produksi film horor berjudul Pirunduk, yang seluruh pengambilan gambarnya akan dilakukan di Kalimantan Selatan.

Film ini melibatkan sejumlah aktor nasional, seperti Bucek Depp, Aulia Sarah, dan Yoriko Angeline, yang didapuk sebagai pemeran utama. Proyek ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah, ditandai dengan kehadiran Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda.

“Pirunduk menjadi kebanggaan tersendiri karena diproduksi oleh putra daerah, termasuk dalam hal pendanaan,” ujar Budi Ismanto, produser sekaligus penulis naskah film tersebut, usai syukuran menandai dimulainya produksi bergenre horor, Sabtu (7/6/2025).

Baca Juga  Gubernur Sahbirin Menghilang Setelah KPK Tetapkan Sebagai Tersangka Suap

Film ini disutradarai oleh Billy Christian dan mengambil latar cerita di sebuah desa terpencil di tepi sungai. Kisahnya mengangkat teror arwah seorang perempuan yang mengalami kekerasan dalam kehidupan masa lalunya dan kembali untuk menuntut balas.

Sekitar 70 persen kru dan pemeran pendukung film ini merupakan warga Kalimantan Selatan. Lokasi utama syuting berada di Desa Tatah Masjid, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, dengan pengambilan gambar dijadwalkan berlangsung selama 24 hari, mulai 8 Juni 2025.

Executive Producer film ini, H. Muhammad Rihan Variza, juga merupakan warga Kalimantan Selatan. Ia berharap film ini bisa menjadi momentum kebangkitan industri perfilman lokal.

Baca Juga  Ombudsman Bongkar Pembatasan Hak Sipil di Banjarmasin

“Kami ingin membuktikan bahwa daerah memiliki sumber daya dan potensi besar untuk memproduksi film berkualitas nasional,” ujar Rihan.

Aulia Sarah, yang sebelumnya dikenal lewat perannya sebagai Badarawuhi di KKN di Desa Penari, mengaku tertantang karena harus berdialog dalam Bahasa Banjar. “Saya belum pernah ke Kalimantan sebelumnya, dan ini pengalaman baru. Tapi saya sangat antusias,” katanya.

Sementara itu, Yoriko Angeline, yang berasal dari Kalimantan Selatan namun kini menetap di Jakarta, merasa lebih mudah beradaptasi. “Saya senang bisa kembali ke kampung halaman dan menggunakan Bahasa Banjar. Tantangannya justru di adegan berjukung, karena butuh latihan khusus,” ungkapnya.

Baca Juga  Spin-off Persona 5: The Phantom X Siap Rilis di Jepang Musim Panas Ini, Tersedia di PC dan Platform Seluler

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *