Lifestyle

Hari Jumat Disukai Peziarah, Ini Keistimewaannya

×

Hari Jumat Disukai Peziarah, Ini Keistimewaannya

Sebarkan artikel ini
kubran
Ilustrasi kuburan. (Foto: Pixabay)

KITAINDONESIASASTU.COM – Hari Jumat banyak disukai peziarah terlebih bagi kalangan nahdliyyin, seperti ziarah ke makam leluhur, dan orang tua. Ziarah kubur juga mengingatkan akan kematian.

Saat ziarah kubur membaca tahlil, surat yasin, bacaan tersebut dihadiahkan untuk ahli kubur atau orang yang telah meninggal.

Dalil ziarah kubur di antaranya bersumber dari kitab Nawadhir Al-Ushul karya Imam Tirmidzi dan kitab Al-Mu’jam Al-Awsath karya Imam Tabrani, keduanya meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda:

مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِيْ كُلِّ جُمُعَةٍ غُفِرَ لَهُ وَ كُتِبَ لَهُ بَرًا

Artinya: Siapa saja yang menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya tiap hari Jumat, maka diampuni dosa-dosa (kecil) nya dan dia dicatat sebagai orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya.

Adapun waktu yang ideal untuk berziarah dalam penjelasan kitab Hasyiyah Bujairami juz 1/497 adalah sebagai berikut:

رُوحُ الْمَيِّتِ لَهَا ارْتِبَاطٌ بِقَبْرِهِ وَلَا تُفَارِقُهُ أَبَدًا لَكِنَّهَا أَشَدُّ ارْتِبَاطًا بِهِ مِنْ عَصْرِ الْخَمِيسِ إلَى شَمْسِ السَّبْتِ وَلِذَلِكَ اعْتَادَ النَّاسُ الزِّيَارَةَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَفِي عَصْرِ الْخَمِيسِ

Artinya: Ruh mayit memiliki ikatan (berada) di makamnya, yakni tidak terpisah selama-selamanya dengan makam, terlebih pada Kamis sore hingga Sabtu pagi. Oleh karena itu, masyarakat membiasakan ziarah di hari Jumat dan Kamis sore.

Penjelasan dalam kitab Bujairami di atas bahwa ruh mayit selalu berada di kuburannya, terlebih pada hari Kamis sore, Jumat, dan Sabtu pagi. Jadi, ziarah kubur dapat dilakukan di salah satu hari tersebut, bisa Kamis, Jumat atau Sabtu pagi (sebelum matahari terbit).

Namun, apabila tidak bisa berziarah di hari Kamis, Jumat, dan Sabtu pagi bisa dilakukan di hari yang lainnya. Karena jangan sampai kita tidak berziarah khususnya kepada orang tua, agar hidup kita menjadi berkah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *