Untuk film ketiga ini, pasar internasional kembali menjadi kunci utama. Sebelumnya, film-film Avatar bahkan mengeruk pendapatan luar negeri hingga Rp35 triliun lebih. Kali ini, Tiongkok memimpin kontribusi pendapatan, disusul Prancis, Jerman, dan Korea Selatan.
Avatar: Fire and Ash juga mencatat sejarah sebagai rilisan ketiga Disney sepanjang 2025 yang sukses menembus angka US$1 miliar, mengikuti jejak Lilo & Stitch dan Zootopia 2.
Di Indonesia, film ini tak tergoyahkan di puncak bioskop sejak tayang perdana 17 Desember 2025. Data Cinepoint mencatat, hingga 5 Januari 2026, jumlah penonton telah mencapai lebih dari 5,5 juta orang, menjadikannya salah satu film Hollywood paling laris tahun ini.
Sebelumnya, film ini sudah lebih dulu mengejutkan industri dengan pendapatan US$450 juta hanya dalam sepekan, termasuk Rp93,9 miliar dari Indonesia, yang dinobatkan sebagai pembukaan terbesar film Hollywood di tanah air sepanjang 2025.
Avatar: Fire and Ash kembali menghadirkan jajaran bintang lama, termasuk Sam Worthington, Zoe SaldaƱa, Sigourney Weaver, dan Stephen Lang, dengan cerita yang lebih kelam. Jake Sully dan keluarganya harus menghadapi ancaman baru dari wilayah vulkanik Pandora, saat Suku Ash (Mangkwan) muncul membawa bahaya yang jauh lebih mematikan. (*)




