KITAINDONESIASATU.COM– Nama Frida Nursanti Aulia kini kian bersinar di dunia kerajinan Indonesia.
Sebagai pemilik Frida Aulia Indonesia dan Batik Neng Geulis, Frida sukses membawa produk-produk Kampung Jelujur ke panggung internasional dalam Indonesian Street Festival di New York, Amerika Serikat, pada 24 Agustus 2024. Acara yang diadakan oleh KBRI Washington DC dan KJRI New York ini menjadi ajang pembuktian bahwa produk lokal Indonesia mampu bersaing di pasar global.
“Sejak 2023, kami telah beberapa kali memasarkan produk Kampung Jelujur di luar negeri. Tahun ini, produk aksesoris dan outer yang kami bawa ke New York mendapat sambutan sangat positif dari masyarakat di sana. Alhamdulillah, semua produk yang dibawa laku terjual,” ungkap Frida dengan penuh antusias, Rabu 4 September 2024.
Keberhasilan ini bukanlah yang pertama bagi Frida. Sejak terjun ke dunia kerajinan, ia berkomitmen untuk mengangkat karya-karya pengrajin lokal agar dikenal lebih luas. Menurut Frida, kolaborasi dengan Kampung Jelujur bukan sekadar urusan bisnis, melainkan juga upaya membangun ekonomi kreatif berbasis komunitas.
“Bagi saya, setiap produk memiliki cerita, dan cerita itu yang ingin saya sampaikan ke dunia. Produk Kampung Jelujur ini dibuat dengan penuh cinta oleh para ibu rumah tangga dan pengrajin lokal di Margajaya. Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka,” ujar Frida.
Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi, mengakui kontribusi Frida dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi di wilayahnya.
“Melalui kolaborasi ini, produk Kampung Jelujur tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tapi juga mengangkat nama Bogor di mata dunia,” jelasnya.
Ibu Coey, salah satu warga Margajaya yang terlibat dalam produksi kerajinan Kampung Jelujur, juga merasakan dampak positif dari kolaborasi ini.
“Frida sangat mendukung kami, dia tidak hanya membantu memasarkan produk tetapi juga memberi kami pelatihan dan inspirasi,” ungkap Ibu Coey.
Dengan visi besar dan semangat tak kenal lelah, Frida Aulia terus membuka peluang baru bagi produk-produk lokal agar semakin dikenal di pasar internasional. “Ini baru permulaan, saya yakin masih banyak potensi yang bisa digali dari Kampung Jelujur dan produk lokal lainnya,” tutup Frida optimistis. (KIS/NICKO)



