KITAINDONESIASATU.COM- Pesona batik Kabupaten Bogor kembali mencuri perhatian publik. Di tengah upaya memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong ekonomi kreatif, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Festival Batik Kabupaten Bogor bertema “Menyulam Warisan, Menenun Masa Depan”. Gelaran yang berlangsung meriah di salah satu Mall dikawasan Cibinong itu resmi dibuka oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagai panggung besar bagi kreativitas para pembatik dari seluruh kecamatan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku batik yang telah menampilkan karya terbaiknya. Ia menilai, karya yang dihadirkan bukan hanya bernilai estetika, tetapi juga menjadi representasi budaya yang patut dijaga dan dikembangkan.
“Kami sangat mengapresiasi kreativitas para pembatik yang terus melestarikan warisan budaya melalui karya bernilai tinggi ini,” ujar Rudy, saat dikutip dari laman media sosial (medsos) pemerintah kabupaten Bogor, Kamis, 27 November 2025.
Festival Batik Kabupaten Bogor tahun ini menjadi ruang pertemuan bagi para pengrajin, desainer, serta komunitas pecinta batik dari seluruh kecamatan. Beragam kegiatan digelar, mulai dari lomba kreativitas batik, pameran produk, hingga pertunjukan seni yang menampilkan ragam motif khas daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menjelaskan bahwa festival ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat keberadaan batik lokal di tengah persaingan industri kreatif.
“Kegiatan ini menjadi momentum besar untuk mempromosikan batik lokal serta mendorong geliat ekonomi kreatif yang diikuti oleh seluruh kecamatan,” jelas Ria.
Ia mencontohkan salah satu motif khas yang tampil menonjol dalam festival, yaitu batik penari Situtung Gilis, batik asal Bogor Timur yang dalam kesempatan tersebut dikenakan oleh Camat Parung. Motif ini menjadi sorotan karena mengangkat karakter budaya lokal yang jarang diekspos.
Ria juga menambahkan bahwa kreativitas dan inovasi para Ketua TP PKK kecamatan turut memperkaya ragam desain batik Kabupaten Bogor. Kolaborasi tersebut dinilai memperluas eksplorasi motif dan menjadi bukti bahwa batik daerah masih memiliki ruang besar untuk berkembang.
Pihaknya berharap festival ini dapat digelar setiap tahun sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif dalam menjaga keberlanjutan batik sebagai identitas budaya.
“Semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun, menjadi wadah kreativitas sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui ekonomi kreatif,” tambah Ria.
Festival Batik Kabupaten Bogor pun ditutup dengan antusiasme pengunjung yang memadati area pameran, menegaskan bahwa batik bukan sekadar warisan, tetapi juga masa depan bagi pelaku industri kreatif daerah. (Nicko)



