Lifestyle

EKG, Ini Manfaatnya dalam Diagnosis Penyakit Jantung

×

EKG, Ini Manfaatnya dalam Diagnosis Penyakit Jantung

Sebarkan artikel ini
FotoJet 19 2
Pemeriksaan untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung.

KITAINDONESIASATU.COM – Elektrokardiogram (EKG) adalah tes yang digunakan untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung.

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan untuk memantau kondisi jantung dan mengevaluasi efektivitas pengobatan penyakit jantung.

EKG dilakukan dengan alat yang disebut elektrokardiograf, yang mendeteksi impuls listrik jantung dan menampilkannya dalam bentuk grafik di monitor.

Dokter akan menganalisis aktivitas listrik jantung melalui monitor atau cetakan grafik pada kertas.

BACA JUGA: Penyakit Jantung Penghisap Terbesar Dana JKN

EKG umumnya disarankan untuk pasien dengan gejala gangguan jantung, seperti mudah lelah, sesak napas, nyeri dada, dan jantung berdebar.

EKG dapat membantu mendeteksi berbagai kondisi seperti serangan jantung, gangguan irama jantung, penyakit jantung koroner, gangguan elektrolit, dan keracunan obat.

Tes ini juga digunakan untuk memeriksa kondisi jantung sebelum dan sesudah operasi serta untuk menilai efektivitas alat pacu jantung atau obat-obatan.

Tes EKG cepat, aman, dan tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja dari semua kelompok usia tanpa kontraindikasi.

Sebelum menjalani EKG, pasien akan diminta untuk memberi tahu dokter jika menggunakan alat pacu jantung atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Pasien juga disarankan untuk tidak menggunakan losion atau minuman berkafein sebelum tes, karena dapat mempengaruhi hasil.

Selama tes, pasien diminta berbaring dan 12 elektroda ditempelkan pada dada, lengan, dan tungkai untuk merekam aktivitas listrik jantung.

Hasilnya akan dianalisis oleh dokter untuk mengetahui kondisi jantung lebih lanjut.

Jika gangguan jantung tidak terdeteksi melalui EKG standar, tes lain seperti stress test, Holter monitor, atau event monitor dapat dilakukan.

Stress test dilakukan saat pasien beraktivitas fisik, sementara Holter monitor merekam aktivitas listrik jantung selama 1–2 hari. Event monitor, yang digunakan lebih lama, merekam ketika gejala muncul.

EKG biasanya aman, namun beberapa pasien mungkin mengalami iritasi kulit ringan akibat penggunaan elektroda.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *