Lifestyle

Doa Ramadan Hari Keenam Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Dahsyat Fadhilahnya Amalkan!

×

Doa Ramadan Hari Keenam Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Dahsyat Fadhilahnya Amalkan!

Sebarkan artikel ini
berdoa
Ilustrasi sedang berdoa. (Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Jangan lupa hari ini untuk berdoa. Berdoa adalah sebagai bentuk permohonan, pengharapan, permintaan, dan pujian kepada Allah SWT. Terlebih lagi berdoa di bulan Suci Ramadan yang di mana doanya mustajab (dikabulkan).

Barangsiapa berdoa dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati, serta semata-mata hanya berharap pertolongan Allah SWT, maka insyaaAllah doanya tidak akan tertolak. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 186:

 وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran’’.

Dalam hadist lain, Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda:


ثَلاَثٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ :الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَاْلإِماَمُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ


Artinya: Ada tiga orang yang tidak tertolak doanya; seorang yang berpuasa sehingga berbuka, seorang pemimpin yang adil, seorang yang terzalimi.

Menukil dari buku ‘’Kumpulan Doa 30 Hari Puasa Ramadan’’, karya Nurhayati MA, berikut doa Ramadan hari keenam:


اللَّهُمَّ لَا تَخْذُلْنِي فِيهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ ، وَلَا تَضْرِبْنِي بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ، وَزَحْزِحْنِي فِيهِ مِنْ مُوجِبَاتِ سَخَطِكَ، بِمَنكَ وَآيَادِيكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ

Arab Latin: Allahumma lâ takhdzulnî fihi lita’arrudhi ma’shiyatika, wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimika, wa zahrihnî fîhi min mûjibâti sakhatika, bimannika wa âyâtika yâ Muntahâ raghbatir râghibîn.


Artinya: “Ya Allah, jangan hinakan daku di dalamnya karena perlakuan maksiat pada-Mu, jangan siksa daku, jauhkan daku di dalamnya dari keharusan murka-Mu, dengan karunia dan anugerah-Mu wahai Puncak keinginan orang-orang yang berharap.”. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *