KITAINDONESIASATU.COM – Sebagai manusia sangat manusiawi memiliki perasaan grogi atau deg-degan saat akan berbicara di hadapan banyak orang atau audiens. Meski begitu, harus mempersiapkan materi dan juga memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar diberikan kelancaran dan kefasihan lisan saat berbicra.
Doa tersebut ada di dalam kitab suci Al-Qur’an Surat Thā-hā ayat 25-28. Doa itu merupakan doa Nabi Musa as ketika berhadapan dengan kaumnya:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Teks Lisan: Rabbisyrahlī shadrī wayassirlī amrī wahlul ‘uqdatan min lisānī yafqahū qaulī.
Artinya: Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku (QS Thā-hā: 25-28).
Dalam Al-Qur’an Surat Thâhâ tersebut diceritakan tentang kisah Nabi Musa as berhadapan dengan Fir’aun yang pernah mengaku sebagi Tuhan. Sepanjang menghadapi raja pongah nan zalim ini, Nabi Musa melalui berbagai macam rintangan. Saat itulah, Nabi Musa memanjatkan doa sebagaimana yang terekam dalam ayat 25-28.
Doa ini setidaknya mengandung tiga permintaan.
Pertama, memohon diangkatnya rasa susah yang menyesakkan dada.
Kedua, memohon dilenyapkannya berbagai kesulitan.
Dan, ketiga, memohon kelancaran dalam bertutur kata sehingga mudah diserap dan dipahami para pendengarnya.
Maka tidak heran jika kita mendapati banyak orang yang membaca doa ini ketika akan berbicara tampil di khalayak umum. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam Bisshawab. (*)




